Sabtu, 08 September 2012

Modul Mini - Wide Area Network

Lagkah – langkah seting jaringan WAN dengan Cisco Router

Software Simulator (BOSON Netsim v 3.51)

Bontang Balikpapan



















Ethernet 0

192.168.10.3

255.255.255.0

GW

192.168.10.1




Ethernet 0

192.168.100.3

255.255.255.0

GW

192.168.100.1



Gambar 1

Pendahuluan

Pada modul mini ini siswa diasumsikan telah mengetahui hal-hal mengenai komponen jaringan seperti Switch (Hub Switch), ethernet card (NIC / LAN card), kabel UTP, konektor RJ 45, Protocol TCP/IP, IP address serta yang lainnya. Selain itu siswa dianggap telah melalui pengenalan dasar LAN (local Area Network) dan telah dapat melakukan koneksi antar PC di dalam LAN, karena pada modul mini ini akan banyak membahas kepada seting router, perintah router (cisco), fungsi dan lainnya.

Tujuan Praktek dan Teori

  1. Siswa dikenalkan pada peralatan pendukung pembangun sistem jaringan WAN yang digunakan di dunia kerja.

  1. Diharapkan siswa dapat mengerti cara kerja / fungsi kerja router secara umum, dimana didalam pembahasan modul ini menggunakan simulator standar CISCO System (Router yang paling populer digunakan).

  1. Siswa dapat mendesain / menggambar LAN / WAN sebelum mengimplementasikan ke keadaan yang sebenarnya.

  1. Siswa dapat melakukan konfigurasi LAN / WAN dan peralatan yang terhubung.

  1. Siswa mengerti fungsi IP address, Protocol TCP/IP, Gateway, menggunakan perintah PING, Bandwidth (lebar jalur).

Langkah konfigurasi

  1. Buatlah desain gambar 1, ke dalam Network Designer, kemudian load ke Simulator. Gunakan Router 1600s.
  2. Tentukan / Konfigurasi masing-masing PC dalam LAN.
  3. Seting Router 1:

    • Pada saat menghubungkan router dengan router yang lain di Network designer , anda harus ingat yang mana salah satu dari router tersebut bertindak sebagai DCE (Data Communication Equipment / pemberi clock atau denyut sebgai pengganti modem).
    • Masuklah ke router pertama, ketik perintah enable atau ena saja sehingga Router> berubah menjadi Router#
    • Ketik perintah sh run (show runing configuration) untuk melihat konfigurasi router sebelum di beri konfigurasi, kemudian tekan enter berkali kali sampai kembali ke prompt Router#. Anda akan melihat semua interface belum memiliki ip address dan dalam keadaan tidak aktif / shutdown.
    • Ketik perintah config terminal atau config t saja untuk masuk ke sistem konfigurasi router cisco hingga prompt berubah dari Router # menjadi Router(Config)#
    • Setiap pemberian perintah pada router jika selanjutnya menemukan kata invalid maka artinya perintah yang dimasukan terdapat kesalahan atau tidak dikenal. Jika terjadi anda harus mengulang memasukkan perintah tersebut.
    • Selanjutnya ketik perintah hostname Bontang jika ingin merubah nama router menjadi Bontang(Config)#
    • Masuk ke konfigurasi interface ethernet 0 dengan mengetik perintah int eth0 prompt berubah menjadi Bontang(Config-if)#
    • Ketik perintah Ip add 192.168.10.1 255.255.255.0 untuk mengisi IP address pada ethernet 0 atau IP LAN pada router pertama.
    • Kemudian aktifkan ethernet 0 dengan mengetik perintah no shut (no shutdown), kemudian akan muncul notifikasi interface ethernet 0 change state to up yang artinya ethernet 0 berubah keadaan menjadi up (aktif). Konfigurasi pada ethernet 0 selesai.
    • Masih pada prompt Bontang(Config-if)# kita ketik perintah exit untuk keluar dari prompt ini ke prompt Bontang(Config)#
    • Sekarang kita akan mengkonfigurasi router pada sisi interface Serial nya atau sisi WAN nya. Ketik perintah int ser0 prompt akan berubah menjadi Bontang(Config-if)# sama seperti di ethernet tapi ini milik serialnya (if=interface)
    • Ketik ip add 10.10.10.1 255.255.255.0 Jika tidak ada kesalahan dalam setiap pengetikan perintah, selanjutnya akan kembali ke prompt, tapi jika ada kesalahan akan muncul notifikasi invalid dan perintah harus diulang.
    • Masukan perintah encaps ppp (Encapsulation / Pembungkus) disini protocol TCP/IP akan dibungkus dengan protocol PPP (point to point) untuk di transmisikan oleh router.
    • Masukan perintah bandwidth 64000 (lebar jalur transmisi antar router 64 Kbps, pilihan tersedia 32000, 64000, 128000, 256000 dll). Semakin besar lebar jalur, kecepatan transmisi semakin baik tetapi sewa jalur jika menggunakan pihak ketiga seperti satelit akan semakin mahal.
    • Masukan perintah clock rate 64000 (menyalakan pembangkit clock / denyut) hanya pada router yang bertindak sebagai DCE. Tidak disi jika router terhubung dengan modem microwave atau satelit, karena perangkat DCE adalah pada modem.
    • Masukan perintah no shut (no shutdown) untuk mengatifkan serialnya, akan muncul notifikasi serial 0 change state to up, kemudian down lagi jika router seberang belum di beri IP address atau belum terhubung.
    • Ketik exit untuk keluar ke promp Bontang(config)#
    • Saatnya kita membuat Routing Table untuk memberikan pengenalan LAN local ke LAN yang berada diseberang. Sesuai dengan gambar 1 maka pada prompt ini Bontang(Config)# kita masukan perintah ip route 192.168.100.0 255.255.255.0 10.10.10.2 yang diartikan buatlah rute / jalur ke keluarga jaringan 192.168.100.0 yang subnetnya 255.255.255.0 lewat gateway 10.10.10.2 (serial 0 router remote).
    • Masukan perintah end atau exit untuk kembali ke prompt Bontang#
    • Ketik sh run untuk melihat hasil konfigurasi router yang baru , jika ethernet dan serial yang diset sudah terisi benar dan aktif, konfigurasi dismpan dengan mengetik perintah wr mem (write memory) pada prompt ini dan muncul notifikasi Buliding Configuration.

  1. Seting Router 2:

    • Selanjutnya adalah mengkonfigurasi router yang berada di seberang dengan cara yang sama seperti diatas, hanya saja tidak perlu mengisi clock rate, sedangkan untuk hostname gunakan Balikpapan.
    • Routing table untuk router sisi ini diberi ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.10.10.1
    • Jika tidak ada yang bermasalah kita akan dapat melakukan PING dari PC ke PC dari dua LAN yang berseberangan tersebut. PING juga dapat dilakukan lewat router pada prompt Bontang# ( Router# jika hostname router tidak diganti).
    • Mulailah melakukan test koneksi dengan ping dari pc lokal ke pc lokal, pc ke ethernet router lokal, pc ke serial router lokal, pc ke ethernet router remote hingga dari pc lokal ke pc remote. Jika koneksi sukses ditandai dengan tanda seru 5 kali ( !!!!! ) sebaliknya jika tidak sukses ditandai titik 5 kali ( ….. ).

  1. Perintah router lain yang penting :

· sh int eth0 : (show interface ethernet 0) melihat status interface ethernet router (up atau down)

· sh int ser0 : (show interface serial 0) melihat status interface serial 0 (up atau down) baik serialnya maupun line protocol, serta melihat parameter lainnya.

Router1 (Bontang) Router2 (Balikpapan) Router3 (Surabaya)

Serial 0 : 192.168.10.1 Serial 0 : 192.168.10.11 Serial 0 : 192.168.20.1

Ethernet : 0 192.168.110.1 Serial 1 : 192.168.20.22 Ethernet 0 : 192.168.120.1

Ethernet 0 : 192.168.30.1








Network Network

192.168.10.0 192.168.20.0

255.255.255.0 255.255.255.0

Switch1 Switch2 Switch3

Network Network Network

192.168.110.0 192.168.30.0 192.168.120.0

255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0

Pada gambar jaringan WAN diatas cara pengkonfigurasian masing-masing router adalah sama dengan pelajaran pertama, perbedaannya hanya pada routing tambahan pada tiap tiap router. Jadi jika pada pelajaran pertama tiap router yang terhubung hanya memiliki 1 (satu ) routing maka kali ini tiap router memiliki routing lebih dari satu yang biasa disebut dengan routing table. Gunakan router Cisco seri 2500 untuk koneksi WAN (Serial) lebih dari dari satu atau sesuaikan dengan seri router yang dibutuhkan.

Tugas Desain WAN Tahap Akhir

Buatlah kelompok kerja minimal terdiri 2 siswa dan maksimal 4 siswa, kemudian buat desain jaringan WAN dengan menggunakan 4 cisco router. Pilihlah cisco router yang sesuai untuk kebutuhan tersebut di simulator Boson Netsim. Aplikasikan gambar desain yang sudah dikerjakan ke dalam simulator cisco hingga desain jaringan tersebut bekerja dengan benar.

Alat dan Bahan

  1. Satu unit komputer yang telah terinstall sistem operasi windows family (Win98SE, ME, 2000 atau XP).
  2. Software Boson Netsim versi 5.31 atau diatasnya sebagai simulator jaringan LAN dan WAN yang menggunakan peralatan Cisco.

Pemahaman

  1. Pahami dan hafalkan cara memberi perintah pada router
  2. Kenali dan pahami IP yang menjadi Gateway dalam jaringan
  3. Pahami cara membuat routing table pada masing-masing router
  4. Pahami cara memberi IP Gateway pada komputer (PC) di masing-masing LAN
  5. Pahami penggunaan IP dan Network Address suatu jaringan

Kamis, 06 September 2012

jaringan server

Pengertian Server
Server  adalah  ibarat  pelayan  yang  memiliki  hak  untuk  mengatur.
Server  disebut sebagai pelayan dikarenakan fungsi server  secara  keseluruhan adalah memberi  layanan  (service)  kepada  client  yang saling terhubung satu sama lain dalam satu jaringan.



Fungsi Server
Sedangkan  fungsi server dalam mengatur adalah bagaimana server mengatur
dalam memberi hak akses  terhadap client yang  terhubung dengan server tersebut. Contohnya: hak akses internet, akses directory, dll
Selain  itu server dapat berfungsi sebagai dinding keamanan  (firewall). Fungsi
server  ini  sangat  penting  dalam  jaringan  yang  terhubung  dengan  jaringan luar seperti  internet.
Server  dapat  berfungsi  untuk  membatasi  dan  menolak  suatu koneksi yang ingin merusak dan melakukan pencurian metadata.
Server  dapat  pula  berfungsi  sekaligus  sebagai  router  yang  menghubungkan
antara sebuah jaringan dengan jaringan yang lain tapi berbeda segmen.


Aplikasi Server
Layanan/Aplikasi  yang  diberikan  server  kepada  client  bermacam-macam.  Layanan
tersebut dapat berupa web server,DNS server mail server, ftp server,proxy server, SMB server, DHCP server, dll.



1. Web Server
Web Server adalah software server yang menjadi tulang belakang dari World Wide  Web  (WWW).  Web  server  menunggu  permintaan  dari  client  yang menggunakan browser seperti netscape navigator,  Internet Explorer, modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu dan kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang  diinginkan  kembali  ke  browser.
Data  ini  mempunyai  format  yang  standar disebut  dengan  format  SGML  (  Standard General Markup  Language).  Data  yang berupa  format  ini  kemudian  akan  ditampilkan  oleh  browser  sesuai  dengan
kemampuan  browser  itu.  Contohnya  ialah  bila  data  yang  dikirim  berupa  data gambar, browser yang hanya mampu menampilkan  text  (misalnya  lynx)  tidak akan mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja.
Web  Server,  untuk  berkomunikasi  dengan  clientnya  (web  browser)
mempunyai  protokol  sendiri  yaitu  HTTP  (HyperText  Transfer  Protocol).  Dengan protokol  ini,  komunikasi antar web  server  dengan  clientnya  (browser) dapat  saling dimengerti dan lebih mudah.
Seperti  telah  dijelaskan  diatas, Standar  format  data  pada World Wide Web adalah SGML. Tapi sudah menjadi hal yang umum bahwa para pengguna  internet lebih  banyak  menggunakan  format  HTML  (HyperText  Markup  Language)  karena penggunaannya yang lebih sederhana dan mudah dipelajari.


2. DNS Server
DNS Server adalah aplikasi untuk me-resolve (konversi) hostname menjadi IP Address.


3. Mail Server
Mail server merupakan sebuah aplikasi yang berurusan dengan  lalu  lintas email, dia tidak secara langsung berhubungan dengan user yang akan berkirim. Dalam  pengiriman  email,  terdapat  dua  aplikasi  yang  diperlukan  yaitu  MTA  (Mail Transfer  Agent),  dan MUA  (Mail User  Agent).  Kerja  sama  antara MUA  dan MTA dapat  dianalogikan    seperti  agen  perjalanan  dan  perusahaan  perjalanan,  dimana email merupakan orang yang akan melakukan perjalanan.
Salah  satu  alasan  kenapa  email dipakai orang karena memberikan cara yang mudah dan cepat dalam mengirimkan sebuah informasi. Selain itu email dapat juga informasi yang ukurannya kecil sampai ke  file  yang  ukurannya  besar. Pada  gambar  berikut  bagaimana  cara      pertukaran
Email yang menggunakan TCP/IP
Secara  garis  besar  MTA  (Mail  Transfer  Agent)  adalah  sebuah  aplikasi  untuk mengantarkan email. MTA melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut :
- Pertukaran email menggunakan protokol TCP
- Menerima email masuk (incoming)
- Meneruskan email yang akan keluar (outgoing)
- Mengatur antrian bila ada email masuk, keluar dan yang tertunda pengirimannya MTA yang umum dipakai adalah sendmail dan qmail untuk di unix serta untuk di Ms Windows menggunakan Mdaemon.


Sedangkan MUA (Mail User Agent) adalah aplikasi yang berfungsi sebagai antar muka  (interface)  antara  email  (dalam  hal  ini  berhubungan  dengan  user  yang memiliki email tersebut) dengan MTA yang mendukungnya. Ia berfungsi :
- Menulis email dan membaca email yang masuk.
- Mengatur konfigurasi email sehingga sesuai dengan MTA yang mendukungnya.
- Memberikan kenyamanan kepada user dalam menerima dan mengirim email.
Beberapa agen email yang populer saat ini adalah Pine, Eudora, Netscape, Outlook dan Pegasus.


4. FTP Server
FTP (File Transfer Protocol) menggunakan protokol transport TCP untuk mengirimkan data/file. TCP dipakai sebagai protokol transport karena protokol ini memberikan garansi pengiriman dengan FTP yang dapat memungkinkan user mengakses le dan direktori secara interaktif
diantaranya:
 - Melihat daftar file pada direktori remote dan lokal
- Mengganti nama dan menghapus file
- Transfer file dari komputer remote ke lokal (download)
- Transfer file dari komputer lokal ke remote (upload)


5. Proxy Server
Fungsi proxy sebagai cache merupakan fungsi proxy yang paling banyak digunakan dalam jaringan.
Dengan fungsi ini proxy mampu menyimpan halaman-halaman web yang pernah diakses oleh client dalam jaringan. Sehingga bila ada client yang lain yang meminta halaman yang sama,maka halaman yang ada dalam cache itulah yang akan diberikan ke client.
Sebagai contoh, bila ada client yang membuka halaman http://www.yale.edu, maka sebelum halaman web tersebut muncul di client, proxy server akan menyimpan terlebih dahulu halaman tersebut di dalam cache.
Lain waktu apabila ada lagi yang meminta halaman http://www.yale.edu maka halaman yang tersimpan di cache itulah yang akan diberikan ke client yang meminta halaman tersebut.


6. SMB Server
Samba  adalah  server  yang  sangat  powerful  yang  dapat  membuat  sistem berbasis  Unix  (seperti  Linux)  untuk  melakukan  sharing  resource  dengan  sistem berbasis Windows.


7. DHCP Server
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan sebuah server untuk memberikan IP Address secara dinamik bagi client.
Client melakukan permintaan IP Address kepada server, dan server memberikan alokasi bagi si client tersebut.
Mekanisme ini akan sangat memberikan keuntungan bagi manajemen jaringan di karenakan proses setting IP Address tidak harus dilakukan manual untuk setiap client yang ada.
Contoh system operasi pada PC Server: Microsoft (Windows NT, Windows 2000 Server, Windows 2003 Server, Windows 2008 Server), Linux (Debian, Fedora, SUSE, Ubuntu Server, Redhat)


Client
Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri yang terhubung dengan jaringan/workstation, sehingga dapat digunakan untuk mengakses ke server dan PC lainnya.
Contoh system operasi pada PC Client: Microsoft(Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, windows 2000, Windows Me, Windows XP, Windows Vista, Windows 7), Linux((Debian, Fedora, SUSE, Ubuntu, Redhat)
 Komputer yang bertugas sebagai pelayan jaringan.
- Server mengatur lalu lintas data dalam sebuah jaringan dan menyediakan resource yang dapat dipakai oleh komputer lain yang terhubung dalam jaringannya.
- Server merupakan piranti khusus dalam jaringan komputer yang menjadi tempat bagi semua nodes (titik jaringan/workstation)di dalam jaringan untuk bisa melakukan resource sharing.
- Server melayani semua nodes, jika nodes membutuhkan.
- Server ada beberapa macam, yaitu: printer server, file server, disk server, web server dan database server. Server bisa bersifat dedicated, artinya server tidak bisa dipergunakan sebagai nodes untuk komunikasi, ada juga yang bersifat non-dedicated, yaitu selain berfungsi sebagai server juga dapat dipergunakan sebagai titik masuk untuk berkomunikasi di dalam jaringan. Cara seperti ini populer dengan istilah client-server
Layanan  yang  diberikan  server  kepada  client  bermacam-macam.
Layanan tersebut dapat juga berupa service E-Mail, Domain, Web, Proxy, dll.