materi SMK TKJ



Lagkah – langkah seting jaringan  WAN dengan Cisco Router
Software Simulator (BOSON Netsim v 3.51)



Bontang                                                          Balikpapan


 





                                                                                                                                                 

















Ethernet 0
192.168.10.3
255.255.255.0
GW
192.168.10.1

 



Ethernet 0
192.168.100.3
255.255.255.0
GW
192.168.100.1

 

 























Gambar 1


Pendahuluan

Pada modul mini ini siswa diasumsikan telah mengetahui hal-hal mengenai komponen jaringan seperti Switch (Hub Switch), ethernet card (NIC / LAN card), kabel UTP, konektor RJ 45, Protocol TCP/IP, IP address serta yang lainnya. Selain itu siswa dianggap telah melalui pengenalan dasar LAN (local Area Network) dan telah dapat melakukan koneksi antar PC di dalam LAN, karena pada modul mini ini akan banyak membahas kepada seting router, perintah router (cisco), fungsi dan lainnya.






Tujuan Praktek dan Teori

  1. Siswa dikenalkan pada peralatan pendukung pembangun sistem jaringan WAN yang digunakan di dunia kerja.

  1. Diharapkan siswa dapat mengerti cara kerja / fungsi kerja router secara umum, dimana didalam pembahasan modul ini menggunakan simulator standar CISCO System (Router yang paling populer digunakan).

  1. Siswa dapat mendesain / menggambar LAN / WAN sebelum mengimplementasikan ke keadaan yang sebenarnya.

  1. Siswa dapat melakukan konfigurasi  LAN / WAN dan peralatan yang terhubung.

  1. Siswa mengerti fungsi IP address, Protocol TCP/IP, Gateway, menggunakan perintah PING, Bandwidth (lebar jalur).


Langkah konfigurasi

  1. Buatlah desain  gambar 1, ke dalam Network Designer, kemudian load ke Simulator. Gunakan Router 1600s.
  2. Tentukan / Konfigurasi masing-masing  PC dalam LAN.
  3. Seting Router 1:

    • Pada saat menghubungkan router dengan router yang lain di Network designer , anda harus ingat yang mana salah satu dari router tersebut bertindak sebagai DCE (Data Communication Equipment / pemberi clock atau denyut sebgai pengganti modem).
    • Masuklah ke router pertama, ketik perintah enable atau ena saja sehingga Router> berubah menjadi Router#
    • Ketik perintah sh run (show runing configuration) untuk melihat konfigurasi router sebelum di beri konfigurasi, kemudian tekan enter berkali kali sampai kembali ke prompt Router#. Anda akan melihat semua interface belum memiliki ip address dan dalam keadaan tidak aktif / shutdown.
    • Ketik perintah config terminal atau config t saja untuk masuk ke sistem konfigurasi router cisco hingga prompt berubah dari Router # menjadi Router(Config)#
    • Setiap pemberian perintah pada router jika selanjutnya menemukan kata invalid maka artinya perintah yang dimasukan terdapat kesalahan atau tidak dikenal. Jika terjadi anda harus mengulang memasukkan perintah tersebut.
    • Selanjutnya ketik perintah hostname Bontang jika ingin merubah nama router menjadi Bontang(Config)#
    • Masuk ke konfigurasi interface ethernet 0 dengan mengetik perintah int eth0 prompt berubah menjadi Bontang(Config-if)#
    • Ketik perintah Ip add 192.168.10.1 255.255.255.0 untuk mengisi IP address pada ethernet 0 atau IP LAN pada router pertama.
    • Kemudian aktifkan ethernet 0 dengan mengetik perintah no shut (no shutdown), kemudian akan muncul notifikasi interface ethernet 0 change state to up yang artinya ethernet 0 berubah keadaan menjadi up (aktif). Konfigurasi pada ethernet 0 selesai.
    • Masih pada prompt Bontang(Config-if)#  kita ketik perintah exit untuk keluar dari prompt ini ke prompt Bontang(Config)#
    • Sekarang kita akan mengkonfigurasi router pada sisi interface Serial nya atau sisi WAN nya. Ketik perintah int ser0 prompt akan berubah menjadi Bontang(Config-if)# sama seperti di ethernet tapi ini milik serialnya (if=interface)
    • Ketik ip add 10.10.10.1 255.255.255.0 Jika tidak ada kesalahan dalam setiap pengetikan perintah, selanjutnya akan kembali ke prompt, tapi jika ada kesalahan akan muncul notifikasi invalid dan perintah harus diulang.
    • Masukan perintah encaps ppp (Encapsulation / Pembungkus) disini protocol TCP/IP akan dibungkus dengan protocol PPP (point to point) untuk di transmisikan oleh router.
    • Masukan perintah  bandwidth 64000 (lebar jalur transmisi antar router 64 Kbps, pilihan tersedia 32000, 64000, 128000, 256000 dll). Semakin besar lebar jalur, kecepatan transmisi semakin baik tetapi sewa jalur jika menggunakan pihak ketiga seperti satelit akan semakin mahal.
    • Masukan perintah clock rate 64000 (menyalakan pembangkit clock / denyut) hanya pada router yang bertindak sebagai DCE. Tidak disi jika router terhubung dengan modem microwave atau satelit, karena perangkat DCE adalah pada modem.
    • Masukan perintah no shut (no shutdown) untuk mengatifkan serialnya, akan muncul notifikasi serial 0 change state to up, kemudian down lagi jika router seberang belum di beri IP address atau belum terhubung.
    • Ketik exit untuk keluar ke promp Bontang(config)#
    • Saatnya kita membuat Routing Table untuk memberikan pengenalan LAN local ke LAN yang berada diseberang. Sesuai dengan gambar 1 maka  pada prompt ini Bontang(Config)# kita masukan perintah  ip route 192.168.100.0 255.255.255.0 10.10.10.2 yang diartikan buatlah rute / jalur ke keluarga jaringan 192.168.100.0 yang subnetnya 255.255.255.0 lewat gateway 10.10.10.2 (serial 0 router remote).
    • Masukan perintah end atau exit untuk kembali ke prompt Bontang#
    • Ketik sh run untuk melihat hasil konfigurasi router yang baru , jika ethernet dan serial yang  diset sudah terisi benar dan aktif, konfigurasi dismpan dengan mengetik perintah wr mem (write memory) pada prompt ini dan muncul notifikasi Buliding Configuration.

  1. Seting Router 2:

    • Selanjutnya adalah mengkonfigurasi router yang berada di seberang dengan cara yang sama seperti diatas, hanya saja tidak perlu mengisi clock rate, sedangkan untuk hostname gunakan Balikpapan.
    • Routing table untuk router sisi ini  diberi ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.10.10.1
    • Jika tidak ada yang bermasalah kita akan dapat melakukan PING dari PC ke PC dari dua LAN yang berseberangan tersebut. PING juga dapat dilakukan lewat router pada prompt Bontang# ( Router#  jika hostname router tidak diganti).
    • Mulailah melakukan test koneksi dengan  ping dari pc lokal ke pc lokal, pc ke ethernet router lokal, pc ke serial router lokal, pc ke ethernet router remote hingga dari pc lokal ke pc remote. Jika koneksi sukses ditandai dengan tanda seru 5 kali ( !!!!! ) sebaliknya jika tidak sukses ditandai titik 5 kali ( ….. ).

  1. Perintah router lain yang penting :
                                                                                                                                           
·         sh int eth0 : (show interface ethernet 0) melihat status interface ethernet router (up atau down)
·         sh int ser0 : (show interface serial 0) melihat status interface serial 0 (up atau down) baik serialnya maupun line protocol, serta melihat parameter lainnya.


     
          


Router1 (Bontang)                    Router2 (Balikpapan)                   Router3 (Surabaya)
                 Serial 0 : 192.168.10.1              Serial 0 : 192.168.10.11               Serial 0 : 192.168.20.1
                 Ethernet : 0 192.168.110.1       Serial 1 : 192.168.20.22                Ethernet 0 : 192.168.120.1
                                                                   Ethernet 0 : 192.168.30.1







 
                                        Network                                       Network
                                        192.168.10.0                                           192.168.20.0
                                                255.255.255.0                                         255.255.255.0


                                             Switch1                                      Switch2                                      Switch3







           Network                                       Network                                       Network
           192.168.110.0                                           192.168.30.0                                          192.168.120.0
           255.255.255.0                                           255.255.255.0                                        255.255.255.0

            Pada gambar jaringan WAN diatas cara pengkonfigurasian masing-masing router adalah sama dengan pelajaran pertama, perbedaannya hanya pada routing tambahan pada tiap tiap router. Jadi jika pada pelajaran pertama tiap router yang terhubung hanya memiliki 1 (satu ) routing maka kali ini tiap router  memiliki routing lebih dari satu yang biasa disebut dengan routing table. Gunakan router Cisco seri 2500 untuk koneksi WAN (Serial) lebih dari dari satu atau sesuaikan dengan seri router yang dibutuhkan.

Tugas Desain WAN Tahap Akhir

Buatlah kelompok kerja minimal terdiri 2 siswa dan maksimal 4 siswa, kemudian buat desain jaringan WAN dengan menggunakan 4 cisco router. Pilihlah cisco router yang sesuai untuk kebutuhan tersebut di simulator Boson Netsim. Aplikasikan gambar desain yang sudah dikerjakan ke dalam simulator cisco hingga desain jaringan tersebut bekerja dengan benar.


Alat dan Bahan

  1. Satu unit komputer yang telah terinstall sistem operasi windows family (Win98SE, ME, 2000 atau XP).
  2. Software Boson Netsim versi 5.31 atau diatasnya sebagai simulator jaringan LAN dan WAN yang menggunakan peralatan Cisco.

Pemahaman

  1. Pahami dan hafalkan cara memberi perintah pada router
  2. Kenali dan pahami IP yang menjadi Gateway dalam jaringan
  3. Pahami cara membuat routing table pada masing-masing router
  4. Pahami cara memberi IP Gateway pada komputer (PC) di masing-masing LAN
  5. Pahami penggunaan IP dan Network Address suatu jaringan  



Mengkonfigurasi DNS Server: Membuat Primary dan Secondary DNS Server


Mengkonfigurasi DNS Server:
Membuat Primary dan Secondary DNS Server
            Untuk beroperasinya sebuah jaringan komputer Internet, sebetulnya pengalamatan sebuah komputer dilakukan menggunakan angka yang dikenal sebagai Internet Protocol (IP) Address yang terdiri dari 32 bit. Tentunya akan sukar bagi manusia / user untuk mengingat sekian juta komputer di seluruh Internet. Untuk itu dikembangkan penamaan mesin yang lebih manusiawi menggunakan konsep Domain Name System (DNS). Pada tulisan ini kami akan mencoba menjelaskan cara mensetup DNS Server di mesin dengan OS UNIX. Kemampuan ini akan sangat dibutuhkan bila sebuah institusi /perusahaan ingin mempunyai nama hostname sendiri di Internet.        
                Domain Name System adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP Address ke FQDN ( Fully Qualified Domain Name ) dan dari FQDN ke IP Address. FQDN lebih mudah untuk diingat oleh manusia daripada IP Address. Sebagai contoh, sebuah komputer memiliki IP Address 167.205.22.114 dan memiliki FQDN “nic.itb.ac.id”. Nama “nic.itb.ac.id” tentunya lebih mudah diingat daripada nomor IP Address di atas. Apalagi setelah lahirnya konsep IP Version 6 yang memiliki 6 segment untuk setiap komputer sehingga nomor IP Address menjadi semakin panjang dan lebih sulit untuk diingat. Selain itu, DNS juga menyediakan layanan mail routing, informasi mengenai hardware, sistem operasi yang dijalankan, dan aplikasi jaringan yang ditangani oleh host tersebut.
            Pada sistem operasi UNIX, DNS diimplementasikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND). BIND ini memiliki dua sisi, yaitu sisi client dan sisi server. Sisi client disebut resolver. Resolver ini bertugas membangkitkan pertanyaan mengenai informasi domain name yang dikirimkan kepada sisi server. Sisi server BIND ini adalah sebuah daemon yang disebut named. Ia yang akan menjawab query-query dari resolver yang diberikan kepadanya.
            Pada saat BIND dijalankan, ia memiliki 4 modus operasi, yaitu :
·         Resolver-only
Komputer hanya membangkitkan query informasi domain name kepada sebuah DNS server dan tidak menjalankan fungsi DNS server.
·         Caching-only
Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Data-data dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query selanjutnya yang diberikan kepadanya.
·         Primary server
Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang dimilikinya. Database ini dibangun oleh administrator DNS. Server ini menjadi authoritative source bagi domain tertentu.
·         Secondary server
Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang diambil dari primary server. Proses pengambilan file database ini sering disebut zone file transfer. Ia juga menjadi authoritative source bagi domain tersebut.

Resolver-only
            Saat berada dalam modus resolver-only, BIND akan mencari file /etc/resolv.conf  (pada UNIX umum) dan membaca konfigurasi yang tertera dalam file tersebut. Jika BIND tidak menemukan file tersebut maka ia akan menggunakan konfigurasi standar yang dimilikinya.
            Bentuk dasar sintaks pada file /etc/resolv.conf adalah sebagai berikut :
                         domain           name
                         nameserver   address
                        [nameserver   address]
domain menyatakan default domain seperti yang didefinisikan oleh entry name. Jika ada penulisan nama host yang tidak mengandung tanda baca titik maka resolver akan menambahkan entry name di belakang nama host tersebut. Sebagai contoh, jika Anda menuliskan host name mail saja dan entry name berisi ptn.co.id maka resolver akan menggunakan nama  mail.ptn.co.id.
nameserver menyatakan server mana yang harus dihubungi jika ada query dari resolver mengenai domain di atas. Apabila server tersebut tidak bisa dihubungi, server selanjutnya menjadi sasaran lemparan query.
           
Contoh listing file /etc/resolv.conf :
# Resolver configuration file
domain ptn.co.id
# Server terdekat adalah mumet.ptn.co.id, IP 169.98.3.1
nameserver  169.98.3.2
# Gagal ??? Coba server kedua : nggliyeng.ptn.co.id, IP 169.98.2.15
nameserver  169.98.2.15
# Gagal lagi ??? Server ketiga : ngeh.ptn.co.id, IP 169.98.1.2
nameserver  169.98.1.2
Ketiga modus selanjutnya dapat dijalankan secara bersamaan atau berdiri sendiri pada sebuah komputer yang menjadi DNS server. Pengaturan modus ini dilakukan pada konfigurasi daemon named. File-file penting yang menjadi acuan bagi named untuk beroperasi adalah named.boot, data_cache, data_domain, dan data_reverse. named.boot adalah file yang berisi boot script bagi DNS server. data_cache adalah file yang berisi DNS root server. data_domain adalah file yang berisi pemetaan dari FQDN ke IP Address dan data terlengkap dari domain yang bersangkutan. data_reverse adalah file yang berisi data mengenai pemetaan IP Address ke FQDN. Pada sistem operasi UNIX, file-file tersebut terletak di direktori /etc/namedb. Direktori tersebut menjadi default bagi named.
            File konfigurasi yang paling penting bagi named adalah file /etc/namedb/named.boot. File ini berisikan perintah-perintah yang mendefinisikan fungsi named sebagai caching-only server, primary server, atau secondary server.
Caching-only
            Jika kita ingin mengatur agar named hanya beroperasi pada modus caching-only maka file named.boot hanya berisi perintah cache diikuti nama file yang berisi server-server utama yang menjadi tempat melemparkan query.
            Berikut ini contoh file named.boot dimana kita mengatur named agar beroperasi pada modus caching-only :

;  file named.boot
;
;  mendefinisikan default directory
directory                           /etc/namedb
;
;  menjadi caching-only server
cache                                data_cache
;
Primary Server
            Jika kita menghendaki named pada komputer kita menjadi primary server, kita tambahkan kata primary diikuti domain yang dipegang oleh named tersebut dan diakhiri dengan nama file yang berisi database domain tersebut..
Sebagai contoh, komputer kita menjadi primary server untuk domain ptn.co.id dengan file data_domain berjudul ptn. Sebaiknya, sebuah primary server juga menjalankan fungsi caching-only. Hal ini untuk menambah kehandalan server dalam menjawab query-query yang cukup rumit. File named.boot akan berisi sebagai berikut :
;  file named.boot
;
;  mendefinisikan default directory
directory                                                                           /etc/namedb
;
;  menjadi caching-only server
cache                                                                                data_cache
;
;  menjadi primary server atas domain ptn.co.id
primary     ptn.co.id                                                          ptn
;
;  menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN
primary     1.98.169.IN-ADDR.ARPA                                 rev_169.98.1.x
;
Jika komputer kita juga menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN maka kita tambahkan entry yang terakhir.
Secondary Server
            Secondary server adalah DNS server yang menggunakan database domain yang ditransfer dari primary server. Untuk mengatur server agar menjadi secondary bagi domain tertentu, kita tambahkan kata secondary diikuti dengan domain yang dipegang, kemudian diikuti oleh IP Address primary server dan diakhiri dengan nama file databasenya.
Sebagai contoh, komputer kita akan bertindak sebagai secondary server untuk domain pts.ac.id. Primary server domain dipegang oleh server dns.pts.ac.id dengan nomor IP Address 190.21.85.2. Kita edit file named.boot sehingga menjadi seperti berikut :
;  file named.boot
;
;  mendefinisikan default directory
directory                           /etc/namedb
;
;  menjadi caching-only server
cache                                data_cache
;
;  menjadi primary server atas domain ptn.co.id
primary     ptn.co.id          ptn
;
;  menjadi secondary server atas domain pts.ac.id dari dns.pts.ac.id
secondary  pts.ac.id         190.21.85.2                             sec_pts
;
;  menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN
primary     1.98.169.IN-ADDR.ARPA                                 rev/rev_169.98.1.x
;
;  menjadi secondary server atas pemetaan IP Address 190.21.85.x ke FQDN
secondary  85.21.190.IN-ADDR.ARPA      190.21.85.2     rev/sec_190.21.85.x
            Jika kita juga menjadi secondary server atas pemetaan IP Address 190.21.85.x ke FQDN dari server dns.pts.ac.id kita tambahkan entry yang terakhir.
            Langkah selanjutnya adalah membuat file data_domain dan data_reverse (seperti file ptn dan rev/rev_169.98.1.x) yang akan dibahas pada artikel mendatang.